Rabu, 29 April 2015

Gerakan Seribu Itik



Mau beramal Enggak usah repot ......
Caranya dengan itik.....
Give us Your Duck !!!!! Gerakan Seribu Itik .....
Itik yang anda sumbangkan akan kami salurkan ke pesantren agar dapat dikelolah oleh pihak pesantren agar memperkuat perekonomian pesantren tersebut ......
Berminat dapat langsung mengirimkan itiknya ke sekretriat Rumah Peka di jalan Dato Taeng Taeng Kel Pacinongan Kab. Gowa atau dapat menghubungi kontak person 082187604882 (kurdy)

Jumat, 12 Desember 2014

Kegiatan Rumah Peka on December

Kegiatan Rumah Peka on December

Salam pekerja hati.

setelah melaksanakan deklarasi hari berkabung pendidikan sul-sel 17/11/2014 lalu, kami para relawan Rumah PeKa kembali dengan agenda baru.

sebagai jawaban atas bongkar pasangnya kurikulum 2013 yang sempat gempar di media massa, rumah peka hadir dengan SEKOLAH PEKA. Kami menerapkan kurikulum dengan konsep kontekstual learning, aktif learning, sosial learning dan spiritual learning. Yang insyaAllah di deklarasikan pada 17 Desember rabu bertempat di pelataran masjid kampus II UIN Alauddin Makassar pukul 17.00.

Sekolah PeKa terbuka bagi para anak jalanan di kota Makassar secara gratis. Anak2 yg tak merasakan bangku sekolah secara formal dimungkinkan mendapat ijazah layaknya mereka yang belajar dibangku formal.

Bersamaan dengan deklarasi Sekolah PeKa, kami juga melaksanakan kegiatan sosial ONE PEN ONE BOOK bagi para korban kebakaran rappocini. teman-teman yang ingin menyumbang bisa menghubungi no 082187682339, 089675171631, 085397157578... satu pulpen dan satu buku yang kalian sumbangkan sangat bermakna bagi anak-anak diluar sana. terimakasih bagi kalian yang masih peka dan masih mengedepankan jiwa sosialnya...

Pengumpulan sumbangan diterima pada 17 desember. bisa juga dibawa langsung ke sekret rumah PeKa di BTN Saumata Indah Blok J No. 9

Salam dan terimakasih=-)
#RumahPeka
— bersemangat .

Jumat, 07 November 2014

warning...!!!!!


Apakah kita belum tegugah melihat para anak anak bangsa ini sudah mengkomsumsi zat zat adiktif (lem fox ) bagaimana dengan masa depan mereka apakah kita masih mau berdiam diri melihat semua itu dimana kepekaan kita dan tidak ada yang dapat menjamin anak anak, saudara saudara dan keluarga  kita nantinya  tidak akan terkena zat adaktif tersebut.




Rabu, 22 Oktober 2014

Daftar Nama Peserta yang Lulus Interview Rumah PeKa

Suasana saat Interview Rumah PeKa
Daftar Nama Peserta yang Lulus Interview Rumah PeKa - Salam pekerja hati! Selamat kepada para calon aktifis Anak Jalanan yang berhasil lolos dalam sesi Interview lalu. Namun bagi teman-teman yang belum beruntung tidak perlu kecewa ataupun berkecil hati karena tidak semua Mahasiswa memiliki rasa kepekaan sosial. Dengan adanya keikut sertaan teman-teman dalam perekrutan anggota rumah peka itu sudah cukup membuktikan bahwa Anda memiliki kepedulian yang kuat terhadap problem sosial di masyarakat.

Berikut Adalah daftar nama-nama yang lulus dalam Interview Rumah Peka :

Daftar Nama Peserta yang Lulus Interview Rumah PeKa

Selasa, 21 Oktober 2014

Aksi Sosial Memberi Bimbingan Kepada Anak Jalanan


Aksi Sosial Memberi Bimbingan Kepada Anak Jalanan
Aksi Sosial Rumah Peka dan UNM
Rumah PeKa - Aksi Sosial Memberi Bimbingan Kepada Anak Jalanan, Tanpa henti-hentinya Rumah Pelangi Kardus (Rumah PeKa) melakukan aksi sosial. Kali ini Rumah Peka belajar bersama di kampus Universita Negeri  Makassar (UNM). Kegiatan ini bekerjasama dengan mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Rabu (25/12).

Ardiansyah Alimuddin Rohani, Mahasiswa Fakultas Ilmu Politik Ushuluuddin dan  Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar  selaku ketua Rumah Peka mengatakan kegiatan ini adalah salah satu caranya untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Tidak banyak yang bisa kami lakukan. Memfasilitasi anak – anak jalanan untuk mendapat pendidikan yang layak adalah usaha kecil kami untuk mencapai tujuan bangsa. Yakni mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya.
Koordinator kegiatan, Janna mengatakan mengajar adalah salah satu program kerja di Jurusan PAUD. “ kami akan mengadakan perpustakaan punggung dan menyiapkan buku bacaan serta mengajarkannya kepada anak jalanan,” tambahnya.

Salah satu dari anak  didik yang bernama Fajar, ketika diberi soal matematika khususnya penjumlahan dengan spontan dia menjawab dengan jawaban yang benar. Dia adalah siswa kelas dua Sekolah dasar (SD). Melihat kecerdasannya, Nining  selaku terpukau dan mengatakan, ini salah satu mutiara yang tercecer dilampuh merah. Kita mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan mimpi  mereka.

Demikianlah segenap kegiatan yang dilakukan oleh "Pejuang Hati" Rumah Pelangi Kardus.

Minggu, 12 Oktober 2014

OPEN RECRUITMENT (Rumah PeKa)

Rumah Pelangi Kardus (Rumah PeKa) merupakan lembaga sosial yang bergerak di pemberdayaan masyarakat. Lembaga ini didirikan selasa 07 Mei 2013, dengan tujuan mengembangkan kreativitas anak jalanan. Memberikan pendampingan bagi anak  anak jalanan. Metode pengajaran dengan konsep sekolah “alam”.

Seiring dengan perkembangan zaman, Rumah PeKa tidak hanya focus pada pendidikan anak jalanan. Kini juga bergerak di dunia kewirausahaan dengan membentuk Laboratorium Kewirausahaan bekerjasama dengan Yayasan Gemma Nine, Jakarta, pusat Inovasi dan Intermediasi UMKM BPPT Kemenristek RI. Minimal 10% dari keuntungan bersih dari usaha laboratorium kewiausahaan akan disalurkan dikegiatan sosial. Berbagai program yang akan diterapakan seperti :

  1. Pengadaan Rumah Singgah yang terbuat dari container untuk sekolah jalanan
  2.  Capacity Building bagi NGO, CBO dan CSO,
  3.  Pembinaan desa,
  4.  Pesantren Improvement Program
  5.  pemberdayaan kaum rentan (janda-janda)
  6.  Agro Forestry (Hutan Lindung)
  7. Investigation Report (Advokasi  Addict)
  8. Sekolah Natural
Segera daftarkan diri anda

CP : Penyelenggara Bowo (085 399 009 113), Dilah ( 089 675 171 631)


Editor : Ardiansyah

Sabtu, 30 Agustus 2014

Daftar Nama Kampus yang di Undang dalam Acara Stadium General Laboratorium Kewirausahaan

Daftar Nama Kampus yang di Undang dalam Acara Stadium General Laboratorium Kewirausahaan

Rumah Peka - DAFTAR NAMA-NAMA KAMPUS YG KAMI UNDANG DALAM ACARA STUDIUM GENERAL LABORATORIUM KEWIRAUSAHAAN YG D ADAKAN OLEH ‪Rumah Peka‬ BEKERJA SAMA DENGAN YAYASAN GEMMA 9 Lembaga Intermediasi Pusat Inovasi-UMKM,BPPT Kemenristek RI

A. Akademi, Sekolah Tinggi, &Universitas

1. Akademi Farmasi Gema Nusa Makassar, Makassar
2. Akademi Komunikasi Gema Nusa Makassar, Makassar
3. Akademi Akuntansi Fajar Makassar, Makassar
4. Akademi Analis Kimia Yapika Makassar, Makassar
5. Akademi Bahasa Asing Atmajaya Makassar, Makassar
6. Akademi Bahasa Asing Muslim, Makassar
7. Akademi Hiperkes Makassar, Makassar
8. Akademi Ilmu Gizi YPAG Makassar, Makassar
9. Akademi Kebidanan Bina Sejahtera, Rantepao, Tana Toraja
10. Akademi kebidanan Pelamonia, Makassar
11. Akademi Kebidanan Salewangan Maros, Maros
12. Akademi Kebidanan Sandi Karsa, Makassar
13. Akademi Kebidanan Muhammadiyah, Makassar
14. Akademi Keperawatan Batari Toja, Bone
15. Akademi Keperawatan Gowa Raya, Sungguminasa, Gowa
16. Akademi Keperawatan Kamanre, Palopo
17. Akademi Keperawatan Muhammadiyah Makassar, Makassar
18. Akademi Keperawatan Nusantara Jaya Makassar, Makassar
19. Akademi Keperawatan Reformasi, Makassar
20. Akademi Keperawatan Sandi Karsa, Makassar
21. Akademi Keperawatan Yapenas 21 Maros, Maros
22. Akademi Keperawatan Anging Mammiri, Makassar
23. Akademi Manajemen Perusahaan Makassar, Makassar
24. Akademi Maritim Indonesia, Makassar
25. Akademi Maritim Indonesia Veteran Makassar, Makassar
26. Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao, Rantepao, Tana Toraja
27. Akademi Pariwisata Fajar Makassar, Makassar
28. Akademi Pariwisata YPAG Makassar, Makassar
29. Akademi Perdagangan Lasharan Jaya Makassar, Makassar
30. Akademi Pertambangan Makassar, Makassar
31. Akademi Sekretari Manajemen Atmajaya Makassar, Makassar
32. Akademi Sekretari Manajemen Indonesia LPI Makassar, Makassar
33. Akademi Sekretari Manajemen Indonesia Publik, Makassar
34. Akademi Teknik Otomotive Makassar, Makassar
35. Akademi Teknik Pratama Makale, Makale
36. Akademi Teknik Soroako, Sorowako
37. AMIK Ibnu Khaldum Palopo, Palopo
38. AMIK Lamappapoleonro Soppeng, Watansoppeng, Soppeng
39. AMIK Makassar, Makassar
40. AMIK Profesional Makassar, Makassar
41. AMIK Rezki Makassar, Makassar
42. AMIK Yapika Makassar, Makassar
43. LP3I, Makassar
44. Institut Budaya Nusantara GEMA NUSA, Makassar
45. Institut Sains dan Teknologi Pembangunan Indonesia, Makassar
46. Institut Kesenian Makassar, Makassar
47. Institut Ilmu-ilmu kesehatan GEMA NUSA, Makassar
48. Politeknik Internasional Indonesia Makassar, Makassar
49. Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP),Makassar
50. Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Makassar
51. Politeknik Negeri Kesehatan, Makassar
52. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar, Makassar
53. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Makassar
54. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al Gazali Barru, Barru
55. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al Gazali Soppeng, Watansoppeng, Soppeng.
56. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Prima, Watampone, Bone
57. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar, Makassar
58. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar, Makassar
59. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Amsir, Parepare
60. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Cokroaminoto, Pinrang
61. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Damarica Palopo, Palopo
62. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Gema Insani Akademik, Makassar
63. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Lamaddukelleng, Sengkang, Wajo
64. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman, Watampone
65. Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Famika, Sungguminasa, Gowa
66. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baramuli, Pinrang
67. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar, Makassar
68. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin, Makassar
69. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar, Makassar
70. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika, Makassar
71. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Fajar Makassar, Makassar
72. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia, Makassar
73. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Nitro Makassar, Makassar
74. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Publik Makassar, Makassar
75. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Yapim Maros, Maros
76. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar, Makassar
77. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Cokrominoto Palopo, Palopo
78. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Puangrimanggalatung, Sengkang, Wajo
79. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Yapi Pinrang, Pinrang
80. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Yapim Maros, Maros
81. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Baramuli, Pinrang
82. Sekolah Tinggi Teknik Kelautan Balik Diwa, Makassar
83. Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Indonesia, Makassar
84. STIA Puangrimaggalatung, Sengkang, Wajo
85. STIMED Nusa Palapa, Makassar
86. STIE Bung, Makassar
87. STIE Amkop Makassar, Makassar
88. STIE Bajiminasa Makassar, Makassar
89. STIE Bongaya YPBUP Makassar, Makassar
90. STIE Indonesia Makassar, Makassar
91. STIE Lamaddukelleng, Sengkang, Wajo
92. STIE Lamappoleonro, Soppeng
93. STIE LPI Makassar, Makassar
94. STIE Makassar Maju, Makassar
95. STIE Muhammadiyah Palopo, Palopo
96. STIE Nobel Makassar, Makassar
97. STIE Nusantara Makassar, Makassar
98. STIE Pembangunan Indonesia, Makassar
99. STIE Rezky, Makassar
100. STIE Tri Dharma Nusantara, Makassar
101. STIE Pelita Buana, Makassar
102. STIE Wira Bhakti, Makassar
103. STIE Yapti Jeneponto, Jeneponto
104. STIE YPPUP Makassar, Makassar
105. STIKES Bongaya Makassar, Makassar
106. STIKES Tamalanrea Makassar, Makassar
107. STIM Lasharan Jaya Makassar, Makassar
108. STIM LPI Makassar, Makassar
109. STIP Muhammadiyah Sinjai, Sinjai
110. STISIP 17-8-1945 Makassar, Makassar
111. STISIP Muhammadiah Sinjai, Sinjai
112. STISIP Muhammadiyah Rappang, Sidenreng Rappang
113. STISIP Petta Baringeng Soppeng, Soppeng
114. STISIP Veteran Palopo, Palopo
115. STITEK Dharma Yadi Makassar, Makassar
116. STITEK Dirgantara, Makassar
117. STKIP Cokrominoto Pinrang, Pinrang
118. STKIP Muhammadiyah Barru, Barru
119. STKIP Muhammadiyah Bone, Watampone
120. STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Bulukumba
121. STKIP Muhammadiyah Sidrap, Sidenreng Rappang
122. STKIP Pembangunan Indonesia, Makassar
123. STKIP Puangrimaggalatung, Sengkang, Wajo
124. STKIP Yapim Maros, Maros
125. STKIP Yapti Jeneponto, Jeneponto
126. STKIP YPUP Makassar, Makassar
127. STMIK KHARISMA, Makassar
128. STMIK Dipanegara Makassar, Makassar
129. Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Handayani, Makassar
130. STMIK AKBA, Makassar
131. STMIK Mattirowali Makassar, Makassar
132. Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Gunung Sari, Makassar
133. Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan Andi Matappa, Pangkep
134. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPI, Watampone
135. Universitas Gema Nusa (UGN), Makassar
136. Universitas Fajar, Makassar
137. Universitas hasanuddin
138. Universitas Patria Artha, Makassar
139. Universitas stmik profesional, Makassar
140. Universitas Atma Jaya Makassar
141. Universitas Islam Makassar, Makassar
142. Universitas 45 Makassar, Makassar
143. Universitas Cokroaminoto, Makassar
144. Universitas Cokroaminoto Palopo, Palopo
145. Universitas Indonesia Timur, Makassar
146. Universitas Islam Negeri alauddin Makassar
147. Universitas Muhammadiyah Makasar, Makassar
148. Universitas Muhammadiyah Parepare, Parepare
149. Universitas Muslim Indonesia, Makassar
150. Universitas negeri Makassar
151. Universitas Pancasakti, Makassar
152. Universitas Pepabri Makassar, Makassar
153. Universitas Satria Makassar, Makassar
154. Universitas Sawerigading Makassar, Makassar
155. Universitas Teknologi Sulawesi, Makassar
156. Universitas Veteran RI, Makassar
157. Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tana Toraja
158. Universitas Kristen Indonesia Paulus , Makassar

B. Instansi Pemerintahan

1. Gubernur Sulawesi- Selatan
2. Dinas Koperasi Provinsi Dan Kota
3. Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi Provinsi Dan Kota
4. Walikota Makassar
5. Dinas Sosial Provinsi Dan Kota
6. Departemen Agama
7. Kopertis Wilayah XI Sulawesi

BAGI NAMA KAMPUS YG TDK TERCANTUM TOLONG D KONFIRMASI KE NO INI ; 085 221 748 409 DAN YANG TERCNTUM NAMA KAMPUSNYA BAIK PENGURUS PRESMA,BEM FAK/SENAT DAN KOPERASI MAHA SISWA TOLONG D KIRIM ALAMAT E-MAILNYA DAN CONTAK PERSON KARENA KAMI AKAN MENGIRIMKAN UNDANGAN DAN TOR KEGIATAN.

Jangan lupa baca Laboratorium Kewirausahaan Solusi Bagi Pengangguran Terdidik.

Laboratorium Kewirausahaan Solusi Bagi Pengangguran Terdidik

Laboratorium Kewirausahaan Solusi Bagi Pengangguran Terdidik


Terms of Reference (TOR)

STUDIUM GENERALE

”Redisain Koperasi Mahasiswa sebagai Model Laboratorium Kewirausahaan Kampus: Membangun Kopma Sebagai Unit Bisnis Moderen ”

A. Latar Belakang
  • Ketersediaan lapangan kerja dan jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak berimbang. Dimana, daya serap lapangan kerja lebih rendah dibanding jumlah lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga, angka pengangguran terdidik masih relatif sangat tinggi. *Lihat Data Susenas
  • Solusi menjadikan kewirausahaan sebagai bagian dari kurikulum dasar umum, tidak serta merta menjawab permasalahan pengangguran, bilamana strategi, konsep dan pendekatan pendidikan kewirausahaan tidak melibatkan “pengalaman” praktis
  • Tidak tersedia wadah yang merupakan instrumen utama dan menjadi bagian dari institusi pendidikan tinggi, yang  secara khusus bertujuan memberikan pembelajaran dan pengalaman praktis kewirausahaan bagi mahasiswa. Sebagaimana dipersyarakan untuk melengkapi kurikulum yang berbasis pada peningkatan pengetahuan teoritis.
Entrepreneurship is “a process by which individuals –either on their own or within organizations– pursue opportunities” (Stevenson and Jarillo, 1990)

B. Tujuan Kegiatan

Tujuan penyelenggaraan Studium Generale dengan topik: “Redisain Koperasi Mahasiswa Sebagai Model Laboratorium Kewirausahaan Kampus: Membangun KOPMA Sebagai Unit Bisnis Moderen ” adalah sebagai berikut :
  • Sebgai inisiasi dalam memperkenalkan dan mempromosikan model koperasi mahasiswa (KOPMA) sebagai laboratorium kewirausahaan kampus.
  • Mendorong tumbuhnya kesadaran baru dikalangan pemangku kepentingan kunci (key stakeholders) terhadap pentingnya peran koperasi mahasiswa sebagai laboratorium kewirausahaan kampus dan unit bisnis moderen
  • Memberikan kontribusi pemikiran terhadap strategi, konsep dan model koperasi mahasiswa sebagai instrumen utama pelaksanaan program pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi di Indonesia;
  • Mendorong terbentuknya jejaring dan kelompok kerja (working group) yang mendukung implementasi program-program penguatan kapasitas Koperasi Mahasiswa, khususnya di pertguruan tinggi di Sulawesi Selatan; dan
  • Sebagai langkah awal melaksanakan kampanye dan advokasi menjadikan koperasi mahasiwa sebagai laboratorium kewirausahaan di seluruh pergurruan tinggi di Indonesia.
C. Hasil yang Diharapkan
  • Tumbuhnya kesadaran (awareness) dikalangan pemangku kepentingan kunci: pemerintah, masyarakat dan sivitas akademika, khususnya mahasiswa, terhadap pentingya penguatan kapasitas koperasi mahasiswa menjadi laboratorium kewirausahaan kampus dan unit bisnis moderen.
  • Terdapat garis besar rancangan dan disai model bisnis Koperasi Mahasiswa sebagai laboratorium kewirausahaan dan unit bisnis moderen;
  • Dukungan  dari pemangku kepentingan kunci terhadap terbentuknya laboratorium kewirausahaan kampus  sebagai wadah pembelajaran empiris dan pengalaman praktis kewirausahaan mahasiswa;
  • Terbentuknya database jejaring dan kelompok kerja (POKJA) yang mendukung program-program penguatan kapasitas Koperasi Mahasiwa sebagai unit bisnis moderen; dan
  • Tersosialisasi rencana kegiatan kampanye dan advokasi agar koperasi mahasiswa menjadi “Laboratarium Kewirausahaan” di Seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia.
D. Metodologi Penyelenggaraan Kegiatan
Pada kegiatan ini dilaksanakan lima bentuk metode penyelenggaraan, yakni:
  1. Pemaparan  pandangan dan perspektif  pemangku kepentingan (sambutan).
  2. Presentasi model KOPMA sebagai laboratorium kewirausahaan (Studium Generale)
  3. Diskusi Kelompok Terfokus (Diskusi Peserta)
  4. Sidang rekomendasi dan penetapan rencana tindak lanjut (Pleno Peserta)
  5. Rangkuman dan diseminasi hasil kegiatan (Komite Penyelenggara).
E. Narasumber Studium Generale
Cakra Achmad
Trainer dan Konsultan Capacity Building 
- Alumni ITB Pendiri Yayasan Gemma Nine, Jakarta 
- Lembaga Intermediasi Pusat Inovasi-UMKM,  BPPT Kemenristek Republik Indonesia

Jangan lupa baca juga Daftar Nama Kampus yang di Undang dalam Acara Stadium General Laboratorium Kewirausahaan.

Kamis, 29 Agustus 2013

MENGIKAT INSPIRASI ( sebuah perenungan, curhatan impian)

MENGIKAT INSPIRASI ( sebuah perenungan, curhatan impian) - Sepulang dari warung membantu ayahku menjual Ahad 07-07-2013. Badanku terasa lelah, terik panas matahari baru saja membakar tubuhku, ketika diperjalana menuju rumah. Kubuka pintu kulkas, untuk mencari minuman yang bisa menghilangkan rasa dahagaku. Kutemukan es cincau, begitu nikmat buatan ibuku.

INSPIRASI
INSPIRASI
Perutkupun mulai keroncongan, segara kubuka lemari makan dan santap siang. Saya makan begitu lahapnya ditemani sang adik. Indahnya hidup ini, mau makan langsung ambil saja. Beda halnya teman yang hidup dipembungan sampah (Antang), mereka memulung sampah dulu, kalaupun cukup untuk membeli makan dia akan makan, kalau blum cukup dia harus memulung lagi untuk mencari makan.

Seuisai makan saya segera menuju kamar untuk beristirahat. Kebiasaan yang saya lakukan sebelum tidur siang yaitu menyalakan televisi. Siang itu saya menyaksikan sebuah tayangan yaitu Kick Andy in Location  dalam tayangan itu, diangkat sebuah kisah, seorang Ibu yang umurnya tidak muda lagi. Melihat kondisi bangsa yang sangat memperihatinkan akhirnya dia memutuskan untuk medirikan suatu lembaga yang memberikan pendidikan kepada orang yang masih buta huruf.

Orangtua tersebut diajari membaca, serta membuat kerajinan tangan. Salah satu kerajinan tangan yang dia buat yaitu bantal yang terbuat dari potongan-potongan plastic pembukus mie. Plastic-plastik tersebut dipotong kecil-kecil lalu dimasukkan kedalam bantal sebagai pengganti kapok. Dia memilih plastic pembungkus mie karena isu yang Booming  yaitu Global Warming. Plastic-plastik tersebut puluhan tahun tidak akan hancur. Sehingga untuk meminimalisasi global warming dia memanfaatka plastic tersebut.

Berkat semangat dan usahanya itu, dia mampu membangun desanya dan memelihara lingkungan disekitarnya. Beda halnya dengan kisah Chabib Wibowo. Dia seorang pemuda yang hari-harinya hidup di jalan, keluarganya tidak lagi memperhatikannya. Untuk menyambung hidup dia mengamen bahkan dia sempat terjebak di dunia narkoba.

Suatu ketika dia digrebek oleh petugas di Malioboro. Akhirnya dia tersadar untuk mengahiri hidupnya dijalan dan memilih kehidupan yang lebih layak. Berkat pengalaman hidupnya selama di jalan, dia berinisiatif untuk mendirikan lembaga yang menangani anak jalanan. Dia menceritakan keinginannya itu kepada Mamivin yang juga seorang pengamen jalanan tapi dia seorang wanita pria (Waria).

Mamivin seorang waria yang menghabiskan setengah hidupnya dijalan, suatu kitika dia tersadara atas pekerjaan ya selam ini. Munkin dia mendapatkan suatu hidayah. Sehingga dia mengumpulkan teman-teman warianya untuk mendirikan Lemabag Swadaya Masyarakat (LSM) yang disebut Kebaya. Lembaga ini menangani masyarakat tekena HIV AIDS.

Salah satu yang dia didik adalah Chabib Wibowo. Chabib wibowa yang kala itu bosan dengan kehidupan dijalan. Dia pun ingin melakukan rekayasa sosial (meminjam istilah Kang Jalal) utnuk memutus lingkaran setan yang dia alami selama ini. Dia mengumpulkan rekan-rekannya. Untuk mendirikan sekolah anak jalanan. Dia curhat kepada MH Ainung Najib, perihal cita-citanya. Kala itu cita-citanya disambut baik.

Lembaga ini berdiri pada tahun 2007 dan saat ini, dia mempunyai sekolah anak jalanan. Dia mempunyai lokasi yang sangat baik, fasilitasnya lengakap, ada sangar seninya, rumah baca, tempat perkebunan, penakaran ikan dan juga dia mengani orang cacat mental.

Pasca saya menyaksikan tayangan itu, saya semakin semangat untuk menggarap Rumah Peka (Lembaga yang menangani anak jalanan), saya mempunyai cita-cita untuk membuat Rumah Peka ini seperti yang telah di buat oleh Chabib Wibowo.

Setelah shalat asar, saya merasa bersalah kepada adik-adik kami yang berada dijalan, saya berjanji kami akan turun mengajar hari sabtu (06-07-2013), namun karena cuaca tidak mendukun (Hujan) akhirnya kami batalkan untuk turun kejalan mengajar.

Sore itu saya menuju lokasi tempat kami mengajar. Saya perhatikan semua sudut jalan, namun tidak saya temukan anak jalanan yang biasanya kami ajar ditempat itu. Saya bertanya kepada ibu yang juga berjualan Koran ditempat itu. Katanya, “ tidak menjualmi disini anak-anaka karena rusaki lampu merayya, itu mahasiswayya, membela bedeng rakyat, tapi justru nakasi mederitajaki karena narusaki lampuh merayya,” jelasnya.

Memang  terkadang ketika  kita ingin melakukan suatu perubahan, pasti akan ada yang kita korbankan baik materi maupun non materi. Apa tak lagi jika pergerakan itu didasari oleh kepantingan segelintir orang dengan menagatas namakan rakyat yang justru menyiksa rakyat. Pola-pola gerakan mahasiswa hari ini tidak mengalami perubahan yang signifikan yang justru pola-pola gerakan tahun 1989 yang diterapkan kekinian. Membakar  jalan, memblokir tempat-tempat umun yang berujun bentrok dengan masyarakat. Parahnya lagi, mereka merusak fasilitas umum, seperti lampu merah. Sempatkah mereka berfikir jika lampu mereh itu saya rusak justu akan merugikan penjual Koran yang notabenenya adalah orang miskin. Seperti yang di alami anak jalanan yang kami didik.

Sore itu saya berada dilampu merah menyaksikan beberapa anak yang bermain kelereng, mengingatkan masa laluku 15 tahun yang lalu. Saya menghampiri seorang ibu yang tak asing lagi di mataku. Dia menyambut kedatanganku dengan senyuman, lalu berkata, “ kenapa jarangki lagi pergi mengajar disini?”

“dua minggu terahkir ini saya dan teman-teman lagi final semester genap,” saya menambahkan,” ada juga saya kerja di rumah Bu, jadi tidak ada waktu untuk jalan-jalan kesini,” terangku.

Pembicaraan kami berdua semakin asik.” Dulu itu nak, waktu saya masih Sekolah Dasar (SD) sering mendapat juara lomba menari bahakan tingkat kabupaten,”

“mantap itu bu, baguski kapang kalo mengajarki disni menari, ajari anak-anak kalo sore, menari, kerena rencanaku, kalo ada lomba mauka kasi ikutku adek-adeku disini,”

“ tidak bisama saya menari nak, karena tuama, terus kakumim juga badanku, trus saya lupa-lupami juga,”

“ saya kira masih bisaki mengajar bu,!!!

“ saya berencana untuk mengajarkan anak-anak disini, untuk membuat kerajinan tangan,” ujarku.

“ah… kalo buat kerajinan tangan, saya bisa,”

“ baguski itu bu, kita ajari anak-anaka, trus kalo banyaki hasilnya saya jualkanki,renaca kami mau mengadakan pameran kerajinan tangan, terus hasil penjualannya kami kembalikan keanak yang membuatnya,”.

Sambil kami berdiskusi, tiba-tiba muncul inspirasi. Saya menoleh kebelakan dan memperhatikan lokasi yang ada di belakangku. Saya berencana akan membuat taman pintar di lokasi ini. Tempat ini sayaka desain sedemikian rupa. Pinggirnya saya akan beri pagar yang terbuat dari bamboo lalu di cat dengan warna yang menarik. Untuk menghemat anggaran, bamboo yang akan digunakan adalah bamboo bekas bangunan yang tidak terpakai lagi.

Sedangkan pintu masuknya kami akan desain seperti gapura pramuka, karena banyak dianta pengurus rumah peka yang berlatar belakang dari organisasi pramuka. Dilokasi itu cukup luas, sehingga akan dibagi beberapa lokasi. Bagian belakang khusus untuk taman baca dan perpustakaan mini, samping kanan khusu untuk tempat belajar ilmu npengetahuan. Samping kiri khusus untuk belajar music. Bagia depan khusus untuk belajar kerajinan tangan dan menari. Itu yang terlintas dipikiranku kala itu.

Untuk mewujudkan itu, tak semuda apa yang dibayangkan. Sala satu jalan yang saya pikirkan untuk mewujudkan itu. Saya teringat, program Walikota Makassar yaitu, Makassar gemar membaca, jadi saya akan mencari orang yang bisa memediasi kami sehingga bisa kewalikota untuk perizinan membuat taman pintar dan melengkapi fasilitasnya.

Target kedepan yang harus dicapai, yaitu bagaiman bisa mewujudkan apa yang saya pikirkan ini. Mataharipun semakin surut, suara  adzan pun dikomandangkan. Saya bergegas menuju mesjid. Usai salat saya berdoa semoga apa yang saya cita-citakan ini dapat segera terwujud.usai shalat magrib saya pun mengambil sepeda motorku. Sambil mengendarai sepeda motor, pikiranku terus bernari-nari mencari solusi untuk mewjudkan cita-cita ini.

Saya teringat apa yang perna dikatakan Dendi, “ baguski kapan kalau kita buat kegiatan, seperti waktu kita  mau deklarasi, orang tertarik ke Rumah Peka, karena melihat kita membuat semua persiapan, seperti petaka-petaka, spanduk mengecetnya di depan fakultas,”

Usulanya itu saya sambut, ketika ada mahasiswa baru nantinya, kita akan membuat pagar bamboo untuk taman pintar di depan fakultas ketika ada maba, jadi secara tidak langsung kita akab sosialisasikan Rumah Peka.

Setiba di rumah, segera kuambil Hand Phon-ku ,saya mengetik sebuah pesan singkat yang berbunyi,” barusan saya dari jalan-jalan, dan saya menemukan inspirasi untuk rumah Peka kedepannya,” pesan ini saya edarkan kebeberapa  teman yang saya anggap mampu merespon inspirasi ini.

Salah satu teman yang bernama Faega merespon,” inspirasi apa itu kak,???

“ tadi saya melihat sebuah tayangan di Kick Andy, yang mengisahkan seorang yang mantan anak jalanan mendirikan sekolah anak jalanan, lokasi tempat mereka bagus, setela melihat tayangan itu, saya segera menuju kelokasi tempat kita mengajar anak-anak jalanan, setiba di lokasi, muncul inspirasi untuk membuat Taman Pintar ala Ruma Peka,”

“Mantap itu kak, begitu memang kalau orang kreatif, pasti banyak inspirasi,” jawabnya

Satu pesan singkat juga masuk ke hapeku, ini dari Rahma, Bunyinya,” rapat segera kak, untuk membahas itu,”

 “ iye dek, nanti saya hubungiki, kalau mauki rapat, tunggu saja info dari saya,”

Begitulah diriku, ketika mempunyai sebuah cita-cita, saya sering menceritakan keinginanku  kepada orang yang saya anggap mampu memberiku solusi. Saya orangnya terbuka, ketika mempunyai cita-cita, saya sering menceritakan ke orang lain, karena saya tidak mampu menanggung beban cita-cita ini sendiri.

Tak mau menyia-nyiakan waktu, tiga hari kemudian say mengedarkan pesan singkat (sms)  kesemua teman-teman yang tergabung dalam Rumah Peka untuk rapat pada hari rabu- 10-07-13 dan membahas cita-citaku ini. Saya menyadari saya tidak mungkin mampu mewujudkannya sendiri tanpa mereka.

 Sabtu 13-03-2013

Minggu, 28 Juli 2013

Buka Puasa Bersama Rumah PeKa

Rumah PeKa - Buka Puasa Bersama Rumah PeKa | Alhamdulillah, kegiatan yang diadakan oleh organisasi Rumah Pelangi Kardus atau lebih akrabnya di sebut Rumah PeKa pada bulan ramdhan kemarin. Alangkah senangnya bisa berkumpul bersama para adik-adik kecil (anak jalanan) yang tampak ceria dan bercanda gurau bersama para anggota pengurus rumah peka. Semoga suasana seperti ini bisa di pertahankan!

Buka Puasa Bersama Rumah PeKa
Buka Puasa Bersama Rumah PeKa
"Sejumlah Mahasiswa, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang tergabung dalam komunitas Rumah Pelangi Kardus (PEKA) adakan Buka Puasa bersama dengan anak jalanan beberapa waktu yang lalu. Minggu (28/07/2013)

Kegiatan yang dilaksanakan di sekitaran lampu Lalulintas Jalan Andi Pangeran Pettarani- Sultan Alauddin ini menurut Ardiansyah, adalah Agenda Komunitas yang sekarang diketuainya “ ini adalah program kerja pengurus dan selama liburan perkuliahan ” tutur Ardiansyah.

Selain anak-anak jalanan, beberapa dari orang tua anak-anak jalanan ini juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah seorang pengurus, M Gifari mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa berbagi “kami sangat bahagia bisa saling berbagi dengan mereka, meskipun hanya es buah dan nasi yang di buat sendiri oleh pengurus,” ungkapnya.
" (sumber: uin-alauddin.ac.id)

Buka Puasa Bersama Rumah PeKa

Tampak pada picture yang sempat terekam oleh salah satu kamera pengurus rumah peka, dimana para Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi komunitas Rumah Pelangi Kardus berbaur dengan para anak jalanan yang berlokasi tepat di lampu merah Alauddin-Pettarani Makassar pada bulan ramadhan Juli 2013. Segenap pengurus mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir dan ikut serta dalam kegiatan ini. Tanpa kehadiran dan usaha dari teman-teman yang telah meluangkan waktunya, maka kegiatan ini mungkin akan sangat jauh dari kata SUKSES..!!! Namun berkat semangat juang dari teman-teman mahasiswa, Alhamdulillah kegiatan Buka Puasa Bersama Rumah PeKa bisa berjalan dengan lancar.

Kami mengharapkan semangat dari para pengurus tetap membara dalam memperjuangkan anak jalanan menuju yang lebih baik. Semangat Rumah PeKa....

Rabu, 17 April 2013

Rumah Peka Merencanakan Penelitian Di Jalan

Rumah Peka Merencanakan Penelitian Di Jalan
Rumah Peka- Rapat Pengurus Rumah Pelangi Kardus (Rumah Peka),
Rumah Peka - Rumah Peka Merencanakan Penelitian Di Jalan - Metode penelitian yang dijelasan oleh kakanda Rahman Rabu (17/04), di sekret sementara, yang bertempat di Jln. Paccinongan,samata Kab. Gowa. Para aktivis pemerhati anak jalan yang tergabung dalamKomunitas Rumah Pelangi Kardus ( Rumah Peka) sangat antusias mendengarkanmateri tersebut.

Minggu (21/04) para aktivis pemerhati anak jalanan akan mengadakan penelitian di berbagai titik yang telah disepakiti. Lokasi yang akanmereka kunjungi yaitu, Jln. Alauddin, Flyover dan Anjungan, pantai losari.
Ini dibenarkan oleh Direktur Utama Rumah Peka, Ardiansyah, “hari minggu kami kan melakukan penelitian diberbagai titik, jln Alauddin,Flyover, Anjungan, Pantai Losari,” ujarnya.

Selain lain materi metode penelitian, para pengurus RumahPeka juga rapat evaluasi mengenai persiapan deklarasi.setelah rapat evaluasidilanjut dengan agenda yang akan di laksanakan selanjutnya. Kesepakatan rapatyaitu, hari minggu akan melaksanakan observasi di lapangan, penggalangan danadi kampus dan membangun balai-balai Rumah Peka di belakang Fakultas.

Seketaris Jenderal Rumah Peka, Muhamad Gifari,” adapunkesimpulan rapat yaitu, hari minggu kita akan mendakan observasidilapangan,  penggalangan dana, danmembangun balai-balai di belakang Fakultas,” tegasnya.
Itulah tadi ulasan mengenai Rumah Peka Merencanakan Penelitian Di Jalan, yang Insya Allah bisa terlaksanakan dengan baik nantinya bersama dengan anggota Rumah Peka (rumah pelangi kardus).
Reporter : Ardiansyah

Selasa, 16 April 2013

Rumah Peka, Bentuk Kepedulian Terhadap Anak Jalanan.


Rumah Peka Online-- Kekerasan seksual pada  anak jalanan, kini menjadi hal yang biasa pada anak yang hidup di alam liar. Fenomena ini tidak jarang kita temukan di kota-kota besar, khususnya kota Makassar. Tingkat pendidkan pada mereka sangat rendah. Jumlah anak jalanan di Kota Makassar menurut data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Pemerintahan Provinsi Sulawesi-selatan 500,945. Ini diungkapkan pada pertemuan antara Rumah Pelangi Kardus (Rumah PeKa) dengan Pemerintahan Provinsi Sul-sel, senin ( 14/04/2013).
Rapat di Pemprov

Masalah anak jalanan tidak ada habisnya. Sulawesi-selatan berada pada urutan ke-3 pada penderita Napza. Pemerintah telah melakukan berbagai program program untuk menangani masalah pada anak jalanan. Namun semua itu belum berjalan secara maksimal. Butuh ketulusan hati dan kerja keras untuk menghadapi itu.

“ kerja keras dan semangat yang kalian harus miliki untukmedidik anak jalanan anda. Karena kedepannya akan banyak ujian-ujian yangkalian temukan ,” ujar Anti.

Sedikitnya, 16 orang dari pengurus Rumah PeKa yang berkunjung ke Pemerintahan Provinsi. Kedatangan mereka disana dengan niat  bekerjasama dengan Pemerintaha Provinsi dan berbagai instansi  yang terkait pendeklarasian  Rumah pelangi Kardus (Rumah PeKa) yang bergerak dalam pendampingan  dan mengembangkan kreatifitas anak jalanan. 

Menurut Ardiyansyah, direktur Rumah PeKa, pembentukan lembaga ini dilatarbelakangi fenomena-fenomena yang terjadi pada anak jalan yang memprihatinkan "lembaga ini nantinya akan mendampingi dan megembangkan kreatifitas anak jalanan, dan insya allah tanggl 30 April 2013, kami akan mendeklarisikan lembaga ini, dan bekerjasama dengan berbagi instansi yangterkait,” Tambah Ardi, yang juga mahasiswa semester 6 pada Fakultas Usluhuddin dan Filsafat UIN Alauddin ini.

Selain itu, mereka melanjutkan perjalanannya ke Lembaga Perlindungan Anak Sul-sel yang berada di jalan Toddopuli , Kompleks Maizonet,jln, Bongenvil no, 52. Mereka banyak mendapatkan metode-metode dalam melakukanpendekatan terhadap anak. Yayasan ini ketua oleh Pak Makmur.

“ Dalam kerja-kerja sosial seperti ini, kalian harus perbaiki niat dan sabar menghadapi mereka,” ia menambakan,”saya seringmengkritisi mahasiswa, karena tidak ada lagi mahasiswa yang peka terhadapfenomena sosial seperti ini,  dan saya bangga terjadap kalian yang masih mudah tapi mempunyai semangat 45 untuk kerja-kerja sosail” ujar Pak Makmur, direktur Lembaga Perlindungan anak.

Reporter : Ardiansyah